Fhoto: Menu MBG di SMPN 4 Bathin Solapan Diduga ‘Disunat’, Wali Murid Mengadu ke Presiden Prabowo. (Red)

BATHIN SOLAPAN – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menuai sorotan tajam di Kabupaten Bengkalis. Orang tua wali murid di SMPN 4 Bathin Solapan mengeluhkan kualitas menu yang dinilai sangat jauh dari standar gizi dan pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah.


Rabu (04/03/2026), seorang wali murid mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat paket makanan yang diterima anaknya. Bukannya makanan berat bergizi seimbang, siswa justru hanya menerima paket berisi snack, telur ayam, kacang goreng, dan sebuah pisang.


"Pak Prabowo, inilah menu MBG anak kami di Duri. Kalau ditotal harganya tidak sampai Rp5.000. Terima kasih banyak, Pak," sindir salah satu orang tua murid dengan nada kecewa sembari meminta identitasnya dirahasiakan.


Temuan ini memicu tanda tanya besar mengenai pengawasan distribusi anggaran MBG di wilayah Riau. Dengan estimasi biaya menu di bawah Rp5.000, terdapat selisih mencolok dari standar biaya nasional yang seharusnya dialokasikan untuk menjamin kecukupan gizi siswa.


Saat dikonfirmasi, Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bengkalis, Firman, terkesan melempar tanggung jawab. Melalui pesan singkat, ia hanya menyebutkan bahwa penyedia makanan tersebut adalah pihak mitra.


"Itu dapurnya milik Mas Eko, Pak," jawab Firman singkat melalui WhatsApp.


Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG belum memberikan keterangan lebih lanjut maupun nomor kontak mitra dapur yang bertanggung jawab atas pengadaan menu di SMPN 4 Bathin Solapan tersebut. Keheningan pihak otoritas ini memperkuat desakan publik agar Badan Gizi Nasional segera turun tangan melakukan audit investigasi terhadap vendor-vendor nakal di daerah.


Kekecewaan orang tua murid ini menjadi rapor merah bagi implementasi program MBG di tingkat lokal, yang seharusnya menjadi solusi stunting dan perbaikan gizi, bukan justru menjadi ajang mencari keuntungan pihak tertentu.**


(rls/dtc)