![]() |
| Fhoto: Antisipasi Kriminalitas di Pelabuhan, Kapolres Meranti Ajak Warga Aktifkan Deteksi Dini via Call Center 110. (Putra) |
MERANTI – Satuan Samapta dan Satuan Polairud Polres Kepulauan Meranti bergerak taktis mengamankan Terminal Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang. Langkah cepat ini merespons lonjakan mobilitas 1.372 penumpang domestik dan internasional yang memadati salah satu urat nadi transportasi laut terpenting di Riau tersebut.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran personel berseragam lengkap di lapangan bukan sekadar rutinitas, melainkan operasi pencegahan dini. Polisi hadir untuk memastikan negara berada di tengah masyarakat guna menjamin rasa aman tanpa celah.
Fluktuasi arus penumpang yang terpantau ketat sejak pukul 08.00 hingga 17.45 WIB menunjukkan dinamika pelabuhan yang sangat tinggi:
Gelombang Keberangkatan (725 Penumpang, 20 Armada):
Domestik: 505 orang berlayar menggunakan 18 armada.
Internasional: 220 orang (208 WNI, 12 WNA) bertolak dengan 2 armada.
Arus Kedatangan (647 Penumpang, 20 Armada):
Domestik: 505 orang mendarat bersama 18 armada.
Internasional: 142 orang (132 WNI, 10 WNA) tiba melalui 2 armada.
Untuk memastikan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan, Polres Meranti menurunkan tim gabungan yang menyisir titik-titik krusial pelabuhan:
Sat Samapta: IPTU Suryadi, AIPDA Joko Sani, dan BRIPDA Ahmad Raja Maulana Subagia mengamankan area darat dan ruang tunggu terminal.
Sat Polairud: BRIPDA Ibnu Azhari Putra memperkuat perimeter dermaga dan pemantauan wilayah perairan sekitar pelabuhan.
Polres Meranti juga memotong birokrasi pelaporan dengan menyebarkan imbauan Kamtibmas secara langsung dan tajam di area publik. Kapolres mengingatkan bahwa celah kejahatan sering kali muncul akibat kelengahan penumpang itu sendiri.
"Keamanan bukan hanya bertumpu pada pundak kepolisian. Kami menuntut kepedulian aktif masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap kondusif, menjaga barang bawaan mereka secara mandiri, dan segera melapor jika melihat indikasi mencurigakan," tegas AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.
Masyarakat juga dipersenjatai dengan akses cepat penanganan perkara. Jika terjadi kontinjensi atau gangguan Kamtibmas, warga diminta segera menekan Call Center 110. Layanan bebas pulsa ini siap merespons laporan masyarakat secara langsung.
Hingga operasional pelabuhan ditutup, pelabuhan Tanjung Harapan dipastikan bersih dari gangguan kriminalitas. Langkah represif-preventif Polres Meranti sukses memberikan jaminan keamanan total bagi para pelancong domestik maupun mancanegara.
(Putra)


0Komentar