Fhoto: Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari Misterius yang Tewaskan 3 Orang di Lintas Duri-Dumai. (Red)

BATHIN SOLAPAN – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bengkalis. Sebuah sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang diduga menjadi korban tabrak lari oleh kendaraan misterius pada Kamis subuh (27/8/2026) sekitar pukul 04.10 WIB.


Insiden tragis ini terjadi di Jalan Lintas Duri - Dumai Km. 7 Kulim, Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.


Kasat Lantas Polres Bengkalis AKP Shandra Amalia melalui Kanit Laka IPDA Jones Frengki membenarkan peristiwa memilukan tersebut. Tiga orang yang berada di atas sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit.


Peristiwa bermula saat sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi BM 6082 LD bergerak dari arah Duri menuju Dumai. Motor tersebut dikendarai oleh seorang pria berinisial A, yang saat itu membonceng dua orang penumpang, yakni seorang berinisial F dan seorang wanita tanpa identitas (Mrs. X).


Sesampainya di lokasi kejadian (TKP) Km. 7 Kulim, diduga terjadi benturan keras dengan kendaraan lain yang jenis dan nomor polisinya belum diketahui lantaran langsung melarikan diri dari lokasi.


"Saat ditemukan di TKP, bagian depan sepeda motor Honda Supra sudah dalam kondisi rusak parah. Pengendara berinisial A, serta dua penumpangnya, F dan Mrs. X, ditemukan terbaring di tengah jalan dengan luka-luka yang cukup serius," ujar IPDA Jones Frengki dalam keterangannya.


Warga dan petugas yang berada di lokasi langsung bergegas mengevakuasi ketiga korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, takdir berkata lain. Ketiga korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang diderita.


Saat ini, pihak Kepolisian Satlantas Polres Bengkalis tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kendaraan misterius yang terlibat dalam kecelakaan ini.


Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian serta melacak bukti-bukti visual untuk mengidentifikasi kendaraan yang saat ini masih berstatus Dalam Lidik (Penyelidikan) tersebut.


(Red)