![]() |
| Fhoto: Karhutla Meningkat dan Pilkades 2026 Menghitung Hari, Kapolres Meranti Instruksikan Jajaran Perkuat Deteksi Dini!. (Putra) |
MERANTI – Menghadapi tantangan ganda berupa lonjakan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Polres Kepulauan Meranti langsung tancap gas. Seluruh jajaran personel hingga tingkat Polsek diinstruksikan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan bergerak cepat sebelum potensi gangguan berkembang menjadi konflik besar.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., saat memimpin rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Gangguan Kamtibmas Bulanan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mako Polres Kepulauan Meranti, Jalan Raya Gogok Darussalam, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan data evaluasi, meski angka kriminalitas umum di Meranti menunjukkan tren penurunan, sektor Karhutla justru mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Puluhan titik panas (hotspot) terpantau telah melalap belasan hektare lahan, dengan Kecamatan Rangsang sebagai wilayah yang paling diantisipasi.
Merespons hal ini, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita memerintahkan para Kapolsek untuk tidak hanya pasif mengandalkan sistem pemantauan digital yang kerap terkendala jeda waktu (delay).
"Jangan sampai kita terlambat mengetahui adanya titik api. Kapolsek harus memiliki jaringan informasi yang kuat di tengah masyarakat. Begitu ada api, informasi dari warga harus cepat masuk agar penanganan bisa langsung dieksekusi sedini mungkin," tegas AKBP Gede.
Sebagai langkah konkret, Satreskrim Polres Meranti kini juga tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa kebakaran lahan di Desa Kepau Baru untuk memastikan penyebab utama dan mengungkap jika ada unsur pidana kesengajaan.
Selain persoalan lingkungan, fokus utama Polres Meranti kini tertuju pada pengamanan Pilkades Serentak 2026 yang akan memasuki tahap pemungutan suara pada 8 Oktober 2026 mendatang. Kapolres mengingatkan bahwa gesekan politik di tingkat desa memiliki sensitivitas tinggi yang harus diredam sejak awal.
"Pilkades jangan hanya diamankan saat hari pencoblosan saja. Dari sekarang, lakukan pemetaan potensi konflik, monitoring wilayah, dan bangun komunikasi intensif dengan seluruh pihak. Perbedaan pilihan tidak boleh merusak persaudaraan," tambahnya.
Di akhir arahannya, Kapolres meminta seluruh perwira dan personel untuk meningkatkan kecepatan merespons laporan masyarakat. Polres Kepulauan Meranti menegaskan komitmen penuh untuk menjaga wilayah tetap aman dan kondusif melalui sinergi kokoh bersama Pemda, TNI, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat.
(Putra)


0Komentar