DURI, RIAU – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi peningkatan gizi anak sekolah di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, kini menjadi sorotan negatif. Dugaan temuan buah membusuk yang mengandung larva (belatung) serta benda asing berupa puntung rokok dalam paket makanan telah memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.
Ketua Hulubalang Tameng Adat LAMR Mandau, Handana, mengecam keras temuan ini dan menegaskan bahwa program strategis negara tidak boleh dijadikan proyek "coba-coba" yang mengabaikan keselamatan kesehatan anak-anak.
“Makan Bergizi Gratis harus benar-benar bergizi, higienis, dan manusiawi bukan sekadar gratis, apalagi berbahaya bagi kesehatan. Jika benar ditemukan makanan dalam kondisi tidak layak, ini adalah pelanggaran serius yang harus segera ditindaklanjuti,” ujar Handana dalam keterangannya.

Fhoto: Diduga "Tercoreng" Temuan Belatung, Program MBG di Mandau Banjir Kritik: Hulubalang Adat Desak Investigasi. (Red)
Publik kini mempertanyakan kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bengkalis yang bertanggung jawab sebagai unit dapur pusat. Berdasarkan pedoman dari Badan Gizi Nasional, setiap SPPG wajib melakukan sterilisasi alat makan dan memiliki sertifikasi higienitas yang ketat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya celah dalam rantai pengawasan distribusi dan pengemasan.
Hingga saat ini, pihak terkait termasuk Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Bengkalis dilaporkan belum memberikan tanggapan resmi terkait kegaduhan yang viral di media sosial tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengevaluasi izin operasional dapur penyedia yang lalai dan memperketat sistem pelaporan keluhan agar hak anak-anak mendapatkan gizi layak tetap terjaga.
(Red)


0Komentar