![]() |
| Fhoto: Tim Sembilan Verifikasi Plasma Desa Petani Dibentuk, Kelompok Tani Lubuk Linong Minta Tiga Kursi. (Red) |
BATHIN SOLAPAN - Musyawarah pembentukan Tim Sembilan Verifikasi program plasma 20 persen di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, memasuki babak penting. Forum yang mempertemukan pemerintah desa, BPD, kelompok tani, tokoh masyarakat, aparat keamanan, pihak perusahaan dan media itu tak hanya membahas komposisi tim, tetapi juga membuka kembali persoalan lahan dan pola pembiayaan program.
Kepala Desa Petani Rasikun saat membuka rapat menegaskan, proses verifikasi harus dilakukan secara tertib, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia meminta seluruh peserta mengedepankan suasana kondusif dan menghindari perdebatan yang berpotensi menghambat tahapan berikutnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga proses ini agar tetap tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Petani,” kata Rasikun.
Menurut Rasikun, pembentukan Tim Verifikasi merupakan bagian dari tahapan yang telah dilalui bersama. Karena itu, tim yang terbentuk nantinya diharapkan mampu bekerja secara objektif dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua BPD Desa Petani Auzar Efendi kemudian mengusulkan agar forum tidak berhenti pada pembentukan Tim Sembilan. Menurut dia, ada tiga persoalan yang perlu disepakati sejak awal agar pembahasan tidak terus berulang.
Pertama, komposisi Tim Sembilan. Kedua, kejelasan lahan yang akan digunakan untuk program plasma. Ketiga, mekanisme pembiayaan, apakah menggunakan pola hibah atau pembiayaan yang harus dikembalikan melalui angsuran.
“Jangan sampai persoalan tersebut tidak dibahas sekarang, kemudian pada pertemuan berikutnya kembali menjadi perdebatan. Lebih baik kita selesaikan dan sepakati bersama dalam forum ini agar proses selanjutnya dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” ujar Auzar.
Auzar juga mengusulkan agar masing-masing kelompok tani memiliki satu orang perwakilan dalam tim. Unsur tokoh masyarakat, kata dia, juga perlu mendapat ruang agar proses verifikasi memiliki keterwakilan yang memadai.
Dinamika menghangat ketika Pembina Kelompok Tani Lubuk Linong Sukardi menyampaikan sikap kelompoknya. Ia meminta perjuangan kelompok tani tersebut selama proses memperjuangkan kepentingan masyarakat terdampak tidak diabaikan dalam pembentukan Tim Sembilan.
![]() |
| Fhoto: Tim Sembilan Verifikasi Plasma Desa Petani Dibentuk, Kelompok Tani Lubuk Linong Minta Tiga Kursi. (Red) |
Sukardi menyebut Kelompok Tani Lubuk Linong memiliki sekitar 350 anggota. Sebagian berada di wilayah terdampak, yakni RW 09, RW 10, RW 11 dan RW 12. Ia juga menyebut terdapat warga Desa Petani yang berada di wilayah Kadus Desa Buluh Manis.
“Kami tidak menutup kemungkinan kepada kelompok-kelompok yang lain. Tetapi kami mohon kepada kita semua, hargai perjuangan kami yang sudah bertungkus lumus,” kata Sukardi.
Dalam musyawarah internal yang dilakukan sebelum rapat, Kelompok Tani Lubuk Linong mengusulkan sedikitnya tiga orang masuk dalam Tim Sembilan. Kelompok itu juga menunjuk Arahim sebagai calon ketua tim dari unsur mereka.
Menurut Sukardi, usulan tersebut bukan untuk mengambil seluruh ruang keterwakilan. Namun, ia meminta kontribusi dan perjalanan kelompoknya selama ini dipertimbangkan.
“Kami tidak bermaksud mengambil seluruhnya untuk Kelompok Tani Lubuk Linong. Kami hanya meminta agar perjuangan kami dihargai dan keterwakilan kami diberikan secara proporsional,” ujarnya.
Sukardi juga menyebut fokus pembahasan kini diarahkan pada FPKM, khususnya aspek ekonomi produktif, bukan lagi semata-mata persoalan plasma.
Ia mengatakan, perubahan fokus itu merupakan hasil pembahasan sebelumnya bersama Dinas Perkebunan Kabupaten, pihak kecamatan dan unsur terkait.
“Yang kita cari, yang kita ambil sekarang ini adalah FPKM yaitu ekonomi produktif,” kata Sukardi.
Melalui proses verifikasi, lanjut dia, masyarakat bersama pihak terkait nantinya dapat menentukan bentuk program yang akan dijalankan. Karena itu, ia meminta forum tidak kembali terjebak pada perdebatan yang sama.
![]() |
| Fhoto: Tim Sembilan Verifikasi Plasma Desa Petani Dibentuk, Kelompok Tani Lubuk Linong Minta Tiga Kursi. (Red) |
Dalam forum tersebut, Sukardi juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Bathin Solapan dan Dewan Arsya Fadillah yang disebutnya ikut mendorong proses hingga memasuki tahap pembentukan Tim Sembilan.
“Atas nama Kelompok Tani Lubuk Linong, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pak Camat dan Pak Dewan Arsya Fadillah. Berkat upaya beliau, kita sampai ke titik ini,” ujar Sukardi.
Ia berharap kontribusi berbagai pihak dalam proses tersebut dapat diketahui masyarakat sehingga setiap pihak yang terlibat memperoleh penghargaan secara proporsional.
Sukardi juga menyinggung perjalanan panjang kelompoknya dalam menyampaikan aspirasi. Ia menyebut perjuangan tersebut dilakukan secara swadaya melalui iuran anggota dan tanpa donatur khusus.
Karena itu, ia meminta pemerintah desa, BPD, BUMDes dan kelompok masyarakat lainnya mempertimbangkan sejarah keterlibatan kelompok serta kondisi masyarakat terdampak dalam menentukan komposisi Tim Sembilan.
Pembentukan Tim Sembilan kini menjadi titik krusial dalam proses verifikasi plasma di Desa Petani. Bukan hanya soal siapa yang duduk di dalamnya, tetapi juga menyangkut bagaimana tim tersebut bekerja, menentukan objek lahan, memverifikasi masyarakat terdampak dan memastikan mekanisme program dapat diterima para pihak.
Kepala Desa Petani berharap proses tersebut tetap berjalan dalam suasana kondusif. Sementara BPD mendorong agar persoalan pokok segera disepakati. Di sisi lain, Kelompok Tani Lubuk Pinang menuntut keterwakilan yang dinilai sebanding dengan perjuangan mereka.
Dengan kepentingan yang beragam itu, independensi, keterwakilan dan transparansi Tim Sembilan akan menjadi ujian pertama sebelum proses verifikasi plasma memasuki tahapan berikutnya.
(Red)




0Komentar