![]() |
| Fhoto: Oleng Hebat Tengah Malam, KLM Setia Bersama Tenggelam; Muatan Berserakan di Laut Meranti. (Putra) |
MERANTI – Sebuah kecelakaan laut melanda Kapal Layar Motor (KLM) Setia Bersama di Perairan Selat Ringgit, Desa Ketapang, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/6/2026) dini hari. Kapal yang mengangkut barang ekspedisi dari Pelabuhan Perawang menuju Kota Batam ini mendadak oleng lalu tenggelam, mengakibatkan seluruh muatannya hanyut tersapu arus deras.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Nahkoda beserta seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan selamat tanpa luka.
Peristiwa naas ini terjadi sekira pukul 00.00 WIB. KLM Setia Bersama yang dinakhodai oleh Sudarman sedang berlayar membawa muatan berupa barang ekspedisi, kertas HFS, dan toren air Penguin. Namun, saat mendekati Kuala Selat Ringgit, kapal mendadak kehilangan keseimbangan dan oleng hebat ke sebelah kanan hingga akhirnya karam.
Arus selat yang dikenal kuat langsung menyapu muatan kapal hingga berserakan di laut, sementara badan kapal tenggelam di sekitar titik koordinat N 0°58'13.755", E 102°33'19.285".
Mendapat laporan masyarakat pada pagi harinya sekira pukul 10.30 WIB, Satpolairud Polres Kepulauan Meranti langsung bergerak cepat. Mengingat muatan kapal yang mengapung dapat membahayakan alur pelayaran kapal lain, petugas segera berkoordinasi dengan Syahbandar Selatpanjang untuk melakukan evakuasi.
Di lokasi kejadian, tim gabungan bersama nelayan dan warga setempat bergotong-royong menggeser serpihan muatan yang berserakan di tengah perairan menuju ke bibir pantai agar jalur kapal kembali aman dilalui.
Saat petugas melakukan penyisiran di bibir pantai Desa Ketapang, didapatkan informasi dari nelayan bahwa seluruh kru kapal telah berhasil menyelamatkan diri. Tim kemudian bergerak menuju Kantor Syahbandar Selatpanjang dan memastikan bahwa Nahkoda Sudarman beserta seluruh ABK dalam kondisi sehat walafiat.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kasat Satpolairud IPTU Abdul Roni, menyatakan bahwa penanganan lanjutan kini menunggu hasil penyelidikan dari pihak Syahbandar terkait penyebab pasti miring dan tenggelamnya kapal. Pihak kepolisian menegaskan akan memproses hukum kasus ini jika nantinya ditemukan adanya unsur pidana atau kelalaian pelayaran.
IPTU Abdul Roni juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh pelaku transportasi laut agar selalu waspada. Kepatuhan terhadap kapasitas muatan, kestabilan kapal, dan pemantauan kondisi cuaca menjadi kunci utama keselamatan, terutama saat melintasi Perairan Selat Ringgit yang memiliki karakteristik arus sangat deras.
(Putra)


0Komentar