PINGGIR – Terkait dengan pemberitaan sejumlah Media Siber yang up date pada Tanggal 14-15 Desember 2025, SPBU Balai Raja 14.287.6121, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis – Riau. Dengan ini menyampaikan klarifikasi atau hak jawab sebagai berikut :
Bahwa pemberitaan yang menuduh adanya “Mafia BBM Bersubsidi”, “Penjarahan Solar” dan “Permainan Solar di SPBU Balai Raja” telah kami laporkan secara resmi kepada Dewan Pers Republik Indonesia karena dinilai tidak akurat, tidak berimbang dan merugikan nama baik SPBU Balai Raja.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dewan Pers melalui Surat Nomor : 149/DP/K/I/2026 pada Tanggal 04 Februari 2026 telah melakukan penilaian dan menyatakan bahwa pemberitaan yang dimuat oleh sejumlah media siber tersebut melanggar Kode Etik Jurnalistik, khususnya karena :1. 2. 3. 4. Tidak melakukan verifikasi yang memadai. Tidak memberikan ruang konfirmasi kepada pihak SPBU Balai Raja.Tidak menerapkan prinsip keberimbangan.
Adanya kemiripan isi berita (Copy Paste) meskipun berbeda judul. Kami menegaskan bahwa SPBU Balai Raja 14.287.6121 tidak pernah melakukan praktik mafia BBM Bersubsidi. Penjarahan Solar, maupun permainan distribusi BBM sebagaimana yang dituduhkan dalam pemberitaan tersebut. Seluruh kegiatan operasional SPBU Balai Raja dilaksanakan sesuai ketentuan dan pengawasan yang berlaku.
Kami menghormati kebebasan pers dan fungsi media sebagai kontrol sosial. Namun, kebebasan pers wajib dijalankan secara profesional, berimbang, terverfikasi dan bertanggung jawab agar tidak mencederai hak dan nama baik pihak yang diberitakan.
“Hak Jawab ini kami sampaikan sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1990 tentang Pers, Pedoman Hak Jawab Dewan Pers, serta rekomendasi resmi Dewan Pers dan wajib dimuat secara utuh serta ditautkan pada berita awal yang telah dicabut atau dikoreksi oleh media yang bersangkutan,” tulis Managemen SPBU yang ditanda tangani Agus Wibisono Renwarin.
Ini isi berita sebelumnya, Macet Ruas Jalan Nasional, Diduga Ada Mafia Pelangsir BBM Subsidi di SPBU Pinggir Riau
PINGGIR - Diduga ada Mafia pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Solar dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali bikin ulah hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di Jalan Nasional, Duri - Kandis, Minggu (14/12/2025) pagi hingga sore.
Kali ini terjadi di Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Bengkalis-Riau. Deretan mobil pelangsir diduga milik mafia tampak memenuhi SPBU bernomor 14.287.6121 hingga meluber ke badan Jalan Nasional.
Efeknya, kemacetan panjang tak terelakan dan tak jarang menuai umpatan dari pengguna jalan dan masyarakat yang hendak mendapatkan haknya dalam mengisi bahan bakar kendaraan.
Kemacetan tersebut semakin parah ketika kendaraan berat dan panjang nimrung mendapatkan bahan bakarnya hingga ratusan meter.
"Gawat, sudah terang-terangan memperagakan jual beli minyak subsidi. Hak masyarakat juga diabaikan. Sudah sering tapi tak ada satupun Polisi yang menanggapi," ujar salah seorang masyarakat yang terlibat ikut antri hanya untuk mendapatkan beberapa liter BBM saja saat berbincang.
Namun miris, hal tersebut tak membuat pengelola SPBU tersebut sadar. Bahkan terkesan tutup mata dengan kondisi dilapangan.
Beruntung, hal yang sama tak tampak terjadi di SPBU Desa Muara Basung - Pinggir dikarenakan pengelola mematikan sementara pompa dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat.
Namun, kendaraan diduga milik mafia perampok hak masyarakat tetap menjadi pemandangan tak lazim. Kendaraan yang diduga menyengsarakan masyarakat menengah kebawah itu tampak tersusun rapi.
Pantauan dilapangan, diduga mobil mafia BBM bersubsidi itu telah dikendalikan dengan rapi oleh pengelola SPBU agar tak kejadian mencolok atau tak terlihat.** (rls/tim)
Link: https://www.tintanews.id/2025/12/macet-ruas-jalan-nasional-diduga-ada.html
Alasan terkait pencabutan berita kepada publik, "Adanya pihak terkait meminta menghapus berita, dan adanya kejadian kesepakatan kedua pihak. Dan dengan kesepakatan kedua pihak berita dihapus atau pencabutan berita.
(Redaksi tuntanews.id)


0Komentar