Fhoto: Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Mandau Optimalkan Perawatan Lahan Jagung 29 Hektare di Desa Bathin Betuah. (Red)

MANDAU – Polsek Mandau terus memacu realisasi Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui aksi nyata di sektor pertanian. Pada Selasa (5/5/2026), jajaran Polsek Mandau turun langsung ke lapangan untuk memastikan keberlanjutan program penanaman jagung seluas 29 hektare yang berlokasi di Jalan Karya, Dusun Tanjung Sari, Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau.


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, S.I.K., M.Si., didampingi jajaran Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, serta pengelola BUMDes setempat. Fokus utama kali ini adalah memastikan fase perawatan tanaman berjalan maksimal guna mengejar target produktivitas tinggi.


Dari total luas lahan 29 hektare, saat ini seluas 7,5 hektare telah sukses ditanami jagung pipil sejak awal April 2026. Sementara itu, sisa lahan seluas 21,5 hektare sedang digarap secara intensif untuk tahap penanaman berikutnya. Dalam proses pengolahannya, tim memanfaatkan alat pertanian modern berupa traktor John Deere singkal piringan mata 5 untuk mempercepat penyiapan lahan.


“Kami tidak hanya menanam, tapi memastikan tanaman ini tumbuh hingga panen. Saat ini fokus kita adalah pengendalian gulma menggunakan herbisida agar nutrisi tanah terserap sempurna oleh jagung, bukan oleh rumput liar,” ujar Kompol Primadona di sela-sela kegiatan.


Program ini juga menerapkan pola tumpang sari pada perkebunan yang sudah ada, sebagai strategi optimalisasi lahan yang berkelanjutan. Kapolsek menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah ladang jagung ini merupakan komitmen untuk menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat, melampaui tugas konvensional kepolisian.


“Peran Polri adalah hadir sebagai solusi. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, kita ingin lahan yang ada memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga Bengkalis serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kondusif ini diharapkan menjadi pilot project bagi wilayah lain di Kabupaten Bengkalis dalam memanfaatkan potensi lahan tidur menjadi lahan produktif yang berdaya saing.


(Red)